MERABA AKSARA - Awal dari segala rasa
“Meraba Aksara bukan sekadar merangkai kata, tetapi upaya memahami rasa yang tak selalu bisa dijelaskan. Ia lahir dari kegelisahan yang nyaris tak menemukan suara, dari diam yang terlalu dalam untuk diucapkan, dan dari hati yang hanya mampu meraba makna di antara jeda.”
MERABA AKSARA
Titimangsa era peralihan 1998 gejolak penguasa orde baru
Daku bercerita tentang meraba aksara yang tertulis dalam buku
Dikau mengajariku satu-persatu tanpa peduli lesu
Mengenalkan setiap aksara hingga terekam jelas pada ingatanku
Dikau mendidik bukan menghardik
Dengan segenap cinta hingga daku pun tertarik
Meskipun dikau bukan dari kalangan pendidik
Akan tetapi caramu mengajariku sungguhlah unik
Mulai dari taraf sekolah dasar negeri
Daku dibimbingnya hingga benar-benar mengerti
Mulai dari meraba aksara hingga merangkai kata dalam bait puisi
Sebagai ungkapan cinta wujud apresiasi
Hampir tiga dasawarsa sangkala itu kini berlalu
Dikau pun telah berpulang jauh dari pandanganku
Selamat hari pendidikan kakek tercintaku
Semua jasa-jasamu akan daku kenang sepanjang hidupku
Priyo Noa | ᴘʀᴀʙᴜ˙ 29 April 2023
Informasi.
Penulis: @priyo_noa
“Dan pada akhirnya, tidak semua rasa harus menemukan jawabnya—sebagian cukup dibiarkan hidup, dalam diam yang terus meraba aksara.”
Komentar
Posting Komentar