Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

AKU BUKAN CINTA - Tidak semua yang hangat adalah cinta

Gambar
Kadang yang paling sulit bukanlah ditinggalkan, melainkan menyadari bahwa sejak awal, yang ada hanyalah rasa yang tak pernah benar-benar dimaksudkan untuk bertahan. Ia datang dengan cara yang halus, membuat percaya tanpa memaksa, lalu pergi tanpa perlu menjelaskan apa-apa. AKU BUKAN CINTA Aku bersujud di ruang kepercayaanmu dengan langkah yang sengaja kupelankan, menyebut namamu sebagai doa yang kuucapkan berulang, meski tak sepenuhnya kupahami ke mana ia akan bermuara. Kuhimpun hening di antara napas kita, kubiarkan sunyi itu mengendap, lalu kusebut ia cinta agar terdengar layak dipercaya, padahal ia hanya ingin tinggal sebentar saja, tanpa rencana menjadi ananta. Ritual lirih kurangkai dari kata-kata yang telah lama kupelajari, kugunakan dengan suara rendah dan sabar, nikmat kupoles secukupnya agar tampak jujur dan hangat, meski aku tahu ia mudah luntur oleh waktu. Kecupanku berulang seperti ingatan yang sengaja dilatih, pelan, konsisten, dan menenangkan, hingga kau mengi...

SEMESTA LIRIH - Pada sunyi yang tak bersuara, semesta belajar bernapas perlahan.

Gambar
“Ada waktu ketika arah tak lagi meminta untuk dimengerti,  dan langkah hanya mengenal arti bertahan  dalam diam yang tak pernah benar-benar kosong.” -------------------------------------------------------------------------- SEMESTA LIRIH Di bawah langit yang tak lagi ramah, dua bayang menyatu dalam diam— mengikat janji pada waktu yang gemar menguji arah langkah. Langkah-langkah pernah disemai harap, musim enggan bersahabat; benih-benih mimpi itu seolah gugur sebelum sempat bernama. Ada ruang-ruang sunyi yang tak pernah mereka ceritakan, tempat angka-angka menjelma kabut arah pulang terasa samar. Di sela runtuh yang tak bersuara, mereka belajar membaca cahaya dari sisa pijar yang enggan padam— sebuah nyala kecil yang menolak menjadi abu. Di rahim waktu yang lembut, sebutir semesta sedang dititipkan, menyulam degup menjadi doa, menjadikan cemas sebagai bahasa yang dipeluk perlahan. Mereka tahu, badai bukan untuk dihindari, melainkan untuk dikenali nadinya— agar langk...

ANAGNORISIS - Dua Hati yang Terlambat Jujur

Gambar
Tidak semua rasa berani diucapkan. Kadang, kita memilih diam  dan berharap orang lain mengerti.  Sampai akhirnya kita sadar,  yang tidak pernah dikatakan  seringkali jadi penyesalan. -------------------------------------------------------------------------- ANAGNORISIS Katanya cinta itu sederhana, tapi kita sibuk menjadikannya teka-teki yang jawabannya sengaja kita sembunyikan sendiri. Aku mencintaimu— dalam diam yang terlalu berisik di kepala, sementara kau mencintaiku— dalam diam yang terlalu pandai berpura-pura benci. Lucu ya… dua manusia saling menunggu, sambil sama-sama memilih untuk tidak bergerak. Aku kira ini bertepuk sebelah tangan, ternyata kita hanya terlalu gengsi untuk mengakui bahwa tangan kita sebenarnya saling mencari. Kita hebat dalam satu hal: menyiksa diri dengan asumsi. Kau menatapku seolah aku luka, aku menjauh seolah kau racun, padahal kita sama-sama obat yang tak pernah berani diminum. Dan waktu— si bajingan paling sabar itu— perlah...

BEN KETOK - Tentang suara yang mengatasnamakan bersama, tapi hanya berjalan untuk satu arah.

Gambar
Ada saat di mana kebersamaan hanya menjadi istilah yang diulang, tanpa benar-benar dijalankan. Semua terdengar seperti kesepakatan, padahal yang terjadi hanyalah satu suara yang dipaksakan menjadi arah. -------------------------------------------------------------------------- BEN KETOK  Komitmen, kau sebut itu tentang kita, tapi kau berdiri paling depan, sendirian membawa suara, mengatasnamakan “bersama” dalam setiap kata, padahal yang kau jaga hanya dirimu dan segala maunya. Kau peluk prinsipmu seperti kitab suci tanpa cela, tak boleh digugat, tak boleh disentuh logika, padahal ia lahir dari keras kepala yang kau pelihara, bukan dari kebijaksanaan yang matang oleh rasa. Janji-janji kau tabur seperti hujan di musim kemarau, ramai terdengar, tapi tak pernah benar-benar basah di hati yang tahu, kau pandai merangkai kata hingga terlihat sendu, namun kosong makna, hanya indah bagi telinga yang tak mau tahu. Narasi brief yang kau banggakan itu, kau poles rapi seolah paling ...

SIMFONI DUA ORBIT - Tentang rasa yang tetap berputar, tanpa titik temu.

Gambar
Ada hubungan yang tidak benar-benar menjauh, tapi juga tidak pernah sampai. Ia terus berjalan dalam jarak yang sama, seperti dua hal yang saling mengitari tanpa pernah bertemu. Tidak semua yang saling dekat ditakdirkan untuk bersatu. Kadang, yang terjadi hanya saling mengelilingi—tanpa pernah benar-benar berhenti di tempat yang sama. -------------------------------------------------------------------------- SIMFONI DUA ORBIT  Ia kini menjadi poros bagi lingkar kecil bernama rumah— menakar detak, menimbang jarak, agar semesta tidak runtuh oleh kelalaian. Di meja makan, ia adalah hukum gravitasi, menahan segala yang hampir tercerai, menyatukan sendok, piring, dan doa-doa yang kadang diucap setengah percaya. Namun jauh di balik lintasan itu, ada orbit lain yang tak pernah usai berputar— sebuah komet purba yang jejak cahayanya menolak padam. Ia menyebutnya: arsip langit. Padahal itu adalah nyala pertama yang dulu mengajari jantungnya cara terbakar tanpa abu. Kesetiaan kini ...

DESAH NYIUR DI RIMBA SUNYI - Tentang sunyi yang tidak kosong, hanya terlalu penuh untuk dijelaskan.

Gambar
Ada suasana yang terlihat tenang dari luar, tapi sebenarnya menyimpan banyak hal yang tidak pernah benar-benar selesai. Ia tidak bersuara, tapi tetap terasa. Tidak semua yang sunyi berarti kosong. Kadang, justru di dalam diam itulah hal-hal yang paling sulit dijelaskan tetap bertahan. -------------------------------------------------------------------------- DESAH NYIUR DI RIMBA SUNYI Di taman purba— tempat waktu berakar dan sunyi berbuah, ia datang tanpa nama, hanya membawa debar yang sulit diterjemahkan. Belantara rahim bumi menyambutnya, lembap, hangat, penuh bisikan yang tak pernah diajarkan manusia. Di antara rimbun yang saling berpelukan, dua buah muda bergantung tenang, membulat sempurna dalam pelukan dahan, seperti janji yang belum sempat diucapkan. Ia menengadah, dan dunia seolah berhenti di lengkung itu— pada garis halus yang memanggil lebih dalam dari sekadar pandangan. Ujung jarinya menyentuh, perlahan… seakan takut membangunkan sesuatu yang sejak awal memang su...

Api Lama di Rumah Orang - Tentang rasa yang masih menyala, di tempat yang tak lagi bisa disebut pulang.

Gambar
Ada hal-hal yang sebenarnya sudah selesai, tapi tidak pernah benar-benar padam. Ia tetap tinggal, diam-diam, di tempat yang dulu pernah kita sebut rumah. Tidak semua yang kita tinggalkan benar-benar hilang. Ada yang tetap menyala, meski kita sudah tak lagi punya tempat di dalamnya. -------------------------------------------------------------------------- Api Lama di Rumah Orang Kita pernah jadi cerita, meski hanya sekadar singgah— tapi sempat berencana menua bersama, sebelum takdir memilih jadi penulis yang kejam. Dulu kita berpisah tanpa titik, hanya koma yang dipaksa berhenti. Tak ada pamit yang utuh, hanya ego yang lebih lantang dari rindu. Lalu waktu berlalu— seperti biasa, pura-pura menyembuhkan. Kau menikah, aku pun begitu, kita sama-sama belajar mencintai orang yang bukan kita. Katanya hidup harus lanjut, katanya masa lalu cukup dikenang, tapi siapa sangka— takdir rupanya hobi bercanda. Kita dipertemukan lagi, bukan di mimpi, bukan di kenangan, tapi nyata… terlalu n...

Doa yang Tersesat di Tubuhmu - Tentang rasa yang awalnya diyakini, sampai akhirnya sadar itu hanya bentuk lain dari kehilangan arah.

Gambar
Ada hal-hal yang kita yakini sebagai sesuatu yang baik, sampai perlahan berubah tanpa kita sadari. Dan saat akhirnya mengerti, kita justru sudah terlalu dalam untuk kembali. Tidak semua yang terasa dekat dengan hati membawa kita ke arah yang benar. Kadang, kita hanya terlalu ingin percaya, sampai lupa mempertanyakan. -------------------------------------------------------------------------- Doa yang Tersesat di Tubuhmu. aku pernah mengira cinta adalah ayat suci yang turun perlahan di dadaku— tenang, seperti subuh yang tak pernah menuntut apa-apa. namun di matamu, aku belajar tafsir yang lain: bahwa rindu bisa menjelma lapar, dan iman bisa tergelincir hanya oleh satu sentuhan. kau ajari aku beribadah tanpa kiblat, tanpa arah; setiap dekapmu seperti fatwa yang membenarkan segala yang dulu kuharamkan dalam kepala. aku menegukmu bukan lagi sebagai kasih, tapi candu yang lihai menyamar jadi kebutuhan paling sakral— padahal ia hanyalah nafsu yang pandai bersolek. di antara napas ...

MAYAWASTU - Tentang yang diyakini, sampai akhirnya terasa tidak lagi sama.

Gambar
Ada hal-hal yang kita yakini sepenuhnya, tanpa pernah benar-benar mempertanyakan. Sampai suatu saat, semuanya mulai berubah, dan kita sadar tidak semua yang terasa nyata benar-benar bisa dipercaya. -------------------------------------------------------------------------- MAYAWASTU (ꦩꦪꦮꦱꦸ) Di ujung senja yang meredup, aku mendengar bisikan manasa yang tak pernah benar-benar diam. Cinta itu masih ada— meski terbungkus oleh kabut cerita yang ditanam orang-orang dengan penuh prasangka. Kita, dua jiwa yang sama-sama haus, terperangkap dalam maya yang menipu. Aku menafsirkanmu sebagai luka, sementara engkau menafsiriku sebagai pengkhianatan. Padahal nyata di relung terdalam, kita berdua hanyalah pecinta yang tersesat, menjadi tawanan dari suara-suara asing yang tak pernah mengenal isi dada kita. Ah, betapa panjang jalan yang kita tempuh, dengan membawa dendam yang sebetulnya tak pernah nyata. Setiap malam aku berperang dengan chinta, bertanya kepada semesta: apakah engkau masih ...

LITOTES FILANTROPI - Tentang cinta yang tak berlebihan, tapi sungguh.

Gambar
Tidak semua cinta datang dengan cara yang besar. Ada yang sederhana, apa adanya, dan hanya berharap bisa diterima tanpa harus menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Kadang, yang ditawarkan bukanlah sesuatu yang mewah—hanya rasa yang tulus, dengan harapan bisa dihargai dengan cara yang sama. -------------------------------------------------------------------------- LITOTES FILANTROPI  Dia bukan pria romantis. Dia bukan pria yang menyenangkan. Dia juga bukan pria yang pandai mengungkapkan perasaan. Tetapi dia adalah pria yang sangat mencintaimu. Mencintai dengan caranya yang sederhana. Menempatkan sosokmu pada relung terdalam di hatinya. Menikmati indahmu, bersama secangkir kopi seolah senja nan jingga. Hingga teduhnya malam sebagai waktu ternyaman, kemudian pagi yang selalu menjadi penyemangat diri. Mungkin caranya mencintaimu terkesan biasa saja. Apalagi jika dibandingkan dengan mereka yang pandai mencipta tawa. Mungkin adanya bukan yang kau harapkan. Juga hadirnya bukan y...

WARNA CINTA - Tentang rasa yang berubah, seiring waktu yang berjalan.

Gambar
Tidak semua cinta datang dengan cara yang sama. Ada yang hadir dengan hangat, ada yang tumbuh perlahan, dan ada juga yang berubah seiring waktu tanpa pernah kita sadari. -------------------------------------------------------------------------- WARNA CINTA  Apa warna cinta.? Mungkin jawaban atas pertanyaan itu sederhana atau mungkin tidak.! Ini adalah apa yang dikatakan kebanyakan orang. 'Merah, dalam warna adalah yang paling cerah.'  Kecerahan mawar merah yang mengganggu, lautan bunga poppy yang bermekaran, juga bibir merah yang indah dari kekasihku. Yaa, warna ini memang terkenal sebagai warna cinta. Banyak yang bilang merah jambu mewakili cinta dalam bentuk aslinya.  Mereka berpendapat bahwa kehangatan warna melengkapi kelembutan emosi, perasaan nyaman saat jatuh cinta untuk pertama kali.  'orang-orang romantis yang tak berdaya ini akan menangis' dan hanya dapat diungkapkan melalui warna merah jambu.! Kemudian para pemberontak masih akan berbeda. ...

HILAH DIKSI - Tentang kata yang diatur sedemikian rupa, sampai maknanya tak lagi utuh.

Gambar
“Tidak semua kata digunakan untuk menyampaikan kebenaran. Ada yang disusun rapi, dipilih dengan hati-hati, tapi justru menjauh dari maksud sebenarnya.” HILAH DIKSI Teringat daku pada satu masa yang kini telah moksa membawa serta rasa tanpa tersisa menjadi cerita. Cerita lara perihal kenang akan sesosok atma berkelir senja jingga pencipta luka yang begitu sempurna. Hadir tanpa sengaja suguhkan asmara yang memabukkan, hingga daku tersungkur tiada anggur dalam perjamuan romantika penghujung malam. Celoteh abhipraya melantun begitu indah seolah arunika membawa serta asa yang baswara. Kemudian daku semakin tenggelam pada sagara lara, ber riuh keindahan semu, berdasar sembilu, penyayat pilu. Mungkinkah daku tersadar, jika pagi tidak mengingatkanku akan dinginnya kesepian.  Juga membuka mata ini yang telah begitu lama buta akan Harsa atas diri. Akibat dari terjerat hilah diksi yang begitu rapi nyaris tak terdeteksi. Hingga pagi mewartakan bahwa daku butuh hangat dari sebuah pe...

PALSU - Tentang yang tampak, tapi bukan sebenarnya.

Gambar
“Ada hal-hal yang terlihat baik-baik saja dari luar, tapi sebenarnya sudah lama berubah. Tulisan ini mencoba melihat bagian yang sering disembunyikan itu.” PALSU Tudungmu sehalus sutra Gamis menutupmu seperti permata berharga Tutur mu semanis buah kurma Tapi semua sekedar dalih belaka Bermain api dan membakar diri Dalam kefanaan rasa kuasi Berdongeng seolah engkau paling merana Membuat perangai seolah aku durjana Kau ciptakan kidung galabah Yang menjejaki iring merasa pilu Tapi aku sudah mulai jengah Dengan lakon-lakon palsu Istana yang ku buat untukmu Kau rubuhkan karena insan lalu Beri dia sangkala dan aku kau anggap tiada Menjadikan aku bangkit bahwa aku bukan apa-apa Tali yang terikat tak mampu mengikat Kau tetap saja masih terpikat Sumpah hanya sekedar sampah Kau bertingkah seolah kau bedebah Puan, Kau menjual martabat demi kehancuran Kau ciptakan ilusi berdalih kenyamanan Kau bermain main seolah sedang dalam permainan Tudungmu ternyata tak mampu menutup kening kotormu...

SELAKSA RASA - Tentang yang tak sempat dijelaskan.

Gambar
“Kadang ada terlalu banyak hal yang dirasakan dalam satu waktu, sampai sulit untuk dijelaskan satu per satu. Tulisan ini mencoba merangkum sebagian kecil dari itu.” SELAKSA RASA Gemericik air mata langit datang Seiring dengan jingga berpulang keperaduan Masih terdiam aku dalam cangkang Menikmati rindu dan sendu bergandengan Terkatup soca menikmati kepekatan Mengenapkan riwayat yang telah lampau Saat seorang hamba berbalut kemalangan Di angkat olehnya dari jenangau Tapi semua hanya sebuah jeratan Hamba di paku nya dalam ribuan ranjau Svarga yang mulai di rasakan Nyatanya hanya bualan yang mengacau Kepada engkau sang selaksa Restui hamba menoreh aksara rasa pada engkau Berikrar hati penuh durja Memohon sedikit sangkala untuk menghapus kacau Selangkan markah terpaku dalam alibi Tak terang apakah debu ini yang engkau niscayakan Ataukah hamba hanya sekedar mintakat diri Biarlah, biarkan sang Hyang yang menorehkan priyo_noa | ᴘʀᴀʙᴜ 15 ᴀᴘʀɪʟ 2023 ----------------------------------...

Temanku Aku Mencintaimu - Rasa yang tumbuh tanpa rencana.

Gambar
“Sajak ini lahir dari rasa yang tumbuh tanpa rencana—tentang pertemanan yang perlahan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam, namun tak selalu memiliki ruang untuk diungkapkan.” TEMANKU AKU MENCINTAIMU Mungkin memang tidak mudah. Semua berawal dari tak saling mengenal. Aku siapa dan siapa kamu. Waktu yang mempertemukan, aku dan kamu terhubung melalui perkenalan. Hingga terjalin sebuah pertemanan. Ku akui, dalam diam aku mulai menaruh hati. Menyukai apa yang kau sukai, mengagumi paras indah yang kau miliki. Meski ku tau tak akan mungkin kisah kita akan pernah terjadi. Karena mungkin telah menjadi suratan, kita dipertemukan hanya untuk sebagai seorang teman. Namun sepertinya kau pun menyadari. Bahwa ada rasa yang berbeda pada diri ini. Melalui tawamu, kau seolah menyadarkan ku. Akan arti dari sebuah pertemanan dengan membatasi perasaan agar tak terlalu jauh merangkai harapan. Sejujurnya, itu sedikit sakit ku rasa. Sebagai insan yang tercipta berbekal rasa cinta aku merasa p...