Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

KITAB KECIL TENTANG RUMAH - Sebab tidak semua rumah hancur oleh orang ketiga.

Gambar
Sajak ini tidak sedang membela siapa pun. Tidak juga sibuk mencari siapa paling berdosa. Ia hanya mencoba menyalakan lampu kecil di lorong-lorong gelap bernama pernikahan, tempat cinta bisa berubah dingin, kesepian menjelma godaan, dan kejujuran sering terlambat diucapkan. KITAB KECIL TENTANG RUMAH  Rumah itu masih berdiri. Cat temboknya sopan, tirainya wangi pelembut pakaian, gelas-gelas tertata seperti keluarga harmonis dalam iklan sirup menjelang lebaran. Hanya saja, di dalamnya ada dua manusia yang sibuk menjadi furnitur. Mereka tidur berdampingan seperti dua makam tua yang lupa siapa dulu penghuni pertamanya. Tak ada perang. Tak ada ribut besar. Sebab cinta yang benar-benar sekarat biasanya mati pelan, mirip rayap yang mengunyah fondasi rumah tanpa suara. Sang lelaki mulai akrab dengan langit-langit kamar, yang tiap malam menatapnya kembali seperti Tuhan yang lelah mendengar doa serupa. Tubuhnya hidup, nalurinya dikandang. Ia menjadi lilin yang dipaksa terus menyal...