Postingan

KITAB KECIL TENTANG RUMAH - Sebab tidak semua rumah hancur oleh orang ketiga.

Gambar
Sajak ini tidak sedang membela siapa pun. Tidak juga sibuk mencari siapa paling berdosa. Ia hanya mencoba menyalakan lampu kecil di lorong-lorong gelap bernama pernikahan, tempat cinta bisa berubah dingin, kesepian menjelma godaan, dan kejujuran sering terlambat diucapkan. KITAB KECIL TENTANG RUMAH  Rumah itu masih berdiri. Cat temboknya sopan, tirainya wangi pelembut pakaian, gelas-gelas tertata seperti keluarga harmonis dalam iklan sirup menjelang lebaran. Hanya saja, di dalamnya ada dua manusia yang sibuk menjadi furnitur. Mereka tidur berdampingan seperti dua makam tua yang lupa siapa dulu penghuni pertamanya. Tak ada perang. Tak ada ribut besar. Sebab cinta yang benar-benar sekarat biasanya mati pelan, mirip rayap yang mengunyah fondasi rumah tanpa suara. Sang lelaki mulai akrab dengan langit-langit kamar, yang tiap malam menatapnya kembali seperti Tuhan yang lelah mendengar doa serupa. Tubuhnya hidup, nalurinya dikandang. Ia menjadi lilin yang dipaksa terus menyal...

AKU BUKAN CINTA - Tidak semua yang hangat adalah cinta

Gambar
Kadang yang paling sulit bukanlah ditinggalkan, melainkan menyadari bahwa sejak awal, yang ada hanyalah rasa yang tak pernah benar-benar dimaksudkan untuk bertahan. Ia datang dengan cara yang halus, membuat percaya tanpa memaksa, lalu pergi tanpa perlu menjelaskan apa-apa. AKU BUKAN CINTA Aku bersujud di ruang kepercayaanmu dengan langkah yang sengaja kupelankan, menyebut namamu sebagai doa yang kuucapkan berulang, meski tak sepenuhnya kupahami ke mana ia akan bermuara. Kuhimpun hening di antara napas kita, kubiarkan sunyi itu mengendap, lalu kusebut ia cinta agar terdengar layak dipercaya, padahal ia hanya ingin tinggal sebentar saja, tanpa rencana menjadi ananta. Ritual lirih kurangkai dari kata-kata yang telah lama kupelajari, kugunakan dengan suara rendah dan sabar, nikmat kupoles secukupnya agar tampak jujur dan hangat, meski aku tahu ia mudah luntur oleh waktu. Kecupanku berulang seperti ingatan yang sengaja dilatih, pelan, konsisten, dan menenangkan, hingga kau mengi...

SEMESTA LIRIH - Pada sunyi yang tak bersuara, semesta belajar bernapas perlahan.

Gambar
“Ada waktu ketika arah tak lagi meminta untuk dimengerti,  dan langkah hanya mengenal arti bertahan  dalam diam yang tak pernah benar-benar kosong.” -------------------------------------------------------------------------- SEMESTA LIRIH Di bawah langit yang tak lagi ramah, dua bayang menyatu dalam diam— mengikat janji pada waktu yang gemar menguji arah langkah. Langkah-langkah pernah disemai harap, musim enggan bersahabat; benih-benih mimpi itu seolah gugur sebelum sempat bernama. Ada ruang-ruang sunyi yang tak pernah mereka ceritakan, tempat angka-angka menjelma kabut arah pulang terasa samar. Di sela runtuh yang tak bersuara, mereka belajar membaca cahaya dari sisa pijar yang enggan padam— sebuah nyala kecil yang menolak menjadi abu. Di rahim waktu yang lembut, sebutir semesta sedang dititipkan, menyulam degup menjadi doa, menjadikan cemas sebagai bahasa yang dipeluk perlahan. Mereka tahu, badai bukan untuk dihindari, melainkan untuk dikenali nadinya— agar langk...

ANAGNORISIS - Dua Hati yang Terlambat Jujur

Gambar
Tidak semua rasa berani diucapkan. Kadang, kita memilih diam  dan berharap orang lain mengerti.  Sampai akhirnya kita sadar,  yang tidak pernah dikatakan  seringkali jadi penyesalan. -------------------------------------------------------------------------- ANAGNORISIS Katanya cinta itu sederhana, tapi kita sibuk menjadikannya teka-teki yang jawabannya sengaja kita sembunyikan sendiri. Aku mencintaimu— dalam diam yang terlalu berisik di kepala, sementara kau mencintaiku— dalam diam yang terlalu pandai berpura-pura benci. Lucu ya… dua manusia saling menunggu, sambil sama-sama memilih untuk tidak bergerak. Aku kira ini bertepuk sebelah tangan, ternyata kita hanya terlalu gengsi untuk mengakui bahwa tangan kita sebenarnya saling mencari. Kita hebat dalam satu hal: menyiksa diri dengan asumsi. Kau menatapku seolah aku luka, aku menjauh seolah kau racun, padahal kita sama-sama obat yang tak pernah berani diminum. Dan waktu— si bajingan paling sabar itu— perlah...

BEN KETOK - Tentang suara yang mengatasnamakan bersama, tapi hanya berjalan untuk satu arah.

Gambar
Ada saat di mana kebersamaan hanya menjadi istilah yang diulang, tanpa benar-benar dijalankan. Semua terdengar seperti kesepakatan, padahal yang terjadi hanyalah satu suara yang dipaksakan menjadi arah. -------------------------------------------------------------------------- BEN KETOK  Komitmen, kau sebut itu tentang kita, tapi kau berdiri paling depan, sendirian membawa suara, mengatasnamakan “bersama” dalam setiap kata, padahal yang kau jaga hanya dirimu dan segala maunya. Kau peluk prinsipmu seperti kitab suci tanpa cela, tak boleh digugat, tak boleh disentuh logika, padahal ia lahir dari keras kepala yang kau pelihara, bukan dari kebijaksanaan yang matang oleh rasa. Janji-janji kau tabur seperti hujan di musim kemarau, ramai terdengar, tapi tak pernah benar-benar basah di hati yang tahu, kau pandai merangkai kata hingga terlihat sendu, namun kosong makna, hanya indah bagi telinga yang tak mau tahu. Narasi brief yang kau banggakan itu, kau poles rapi seolah paling ...

SIMFONI DUA ORBIT - Tentang rasa yang tetap berputar, tanpa titik temu.

Gambar
Ada hubungan yang tidak benar-benar menjauh, tapi juga tidak pernah sampai. Ia terus berjalan dalam jarak yang sama, seperti dua hal yang saling mengitari tanpa pernah bertemu. Tidak semua yang saling dekat ditakdirkan untuk bersatu. Kadang, yang terjadi hanya saling mengelilingi—tanpa pernah benar-benar berhenti di tempat yang sama. -------------------------------------------------------------------------- SIMFONI DUA ORBIT  Ia kini menjadi poros bagi lingkar kecil bernama rumah— menakar detak, menimbang jarak, agar semesta tidak runtuh oleh kelalaian. Di meja makan, ia adalah hukum gravitasi, menahan segala yang hampir tercerai, menyatukan sendok, piring, dan doa-doa yang kadang diucap setengah percaya. Namun jauh di balik lintasan itu, ada orbit lain yang tak pernah usai berputar— sebuah komet purba yang jejak cahayanya menolak padam. Ia menyebutnya: arsip langit. Padahal itu adalah nyala pertama yang dulu mengajari jantungnya cara terbakar tanpa abu. Kesetiaan kini ...

DESAH NYIUR DI RIMBA SUNYI - Tentang sunyi yang tidak kosong, hanya terlalu penuh untuk dijelaskan.

Gambar
Ada suasana yang terlihat tenang dari luar, tapi sebenarnya menyimpan banyak hal yang tidak pernah benar-benar selesai. Ia tidak bersuara, tapi tetap terasa. Tidak semua yang sunyi berarti kosong. Kadang, justru di dalam diam itulah hal-hal yang paling sulit dijelaskan tetap bertahan. -------------------------------------------------------------------------- DESAH NYIUR DI RIMBA SUNYI Di taman purba— tempat waktu berakar dan sunyi berbuah, ia datang tanpa nama, hanya membawa debar yang sulit diterjemahkan. Belantara rahim bumi menyambutnya, lembap, hangat, penuh bisikan yang tak pernah diajarkan manusia. Di antara rimbun yang saling berpelukan, dua buah muda bergantung tenang, membulat sempurna dalam pelukan dahan, seperti janji yang belum sempat diucapkan. Ia menengadah, dan dunia seolah berhenti di lengkung itu— pada garis halus yang memanggil lebih dalam dari sekadar pandangan. Ujung jarinya menyentuh, perlahan… seakan takut membangunkan sesuatu yang sejak awal memang su...