KEMBALI JUMPA - Sajak Religi

“Sajak ini lahir dari jeda yang diajarkan oleh puasa—tentang menahan yang tak terlihat, meredam yang tak terucap, dan belajar memahami bahwa dalam diam, ada banyak rasa yang sedang ditata kembali.”





KEMBALI JUMPA

Tak terasa waktupun berlalu dengan begitu cepat
Dan kini mempertemukan kembali dalam situasi yang lebih tepat
Maaf, jika dipertemuan yang lalu aku masih terjebak dalam maksiat
Aku berharap di Ramadhan kali ini masih terbuka pintu taubat

Hanya kepadamu hamba memohon ampunan
Dari segala dosa yang telah hamba lakukan
Aku hanyalah insan yang tidak pernah luput dari kesalahan
Namun akupun sangat yakin pintu maafmu tak akan habis sampai akhir zaman

Marhaban ya Ramadhan, marhaban ya Ramadhan
Mari kita sambut kembali datangnya bulan penuh ampunan
Semua maaf akan diberikan
Hingga semua doa-doa akan dikabulkan 

Priyo Noa | Prabu 16 Maret 2023
Picture: bing Ai



“Dan pada akhirnya, puasa bukan sekadar menahan, melainkan perjalanan untuk kembali—pada hati yang lebih tenang, pada diri yang lebih sadar, dan pada rasa yang lebih dekat kepada-Nya.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMI - rumah kecil yang saling menguatkan.

MERABA AKSARA - Awal dari segala rasa

SEMESTA LIRIH - Pada sunyi yang tak bersuara, semesta belajar bernapas perlahan.