AKU BUKAN CINTA - Tidak semua yang hangat adalah cinta
Kadang yang paling sulit bukanlah ditinggalkan, melainkan menyadari bahwa sejak awal, yang ada hanyalah rasa yang tak pernah benar-benar dimaksudkan untuk bertahan. Ia datang dengan cara yang halus, membuat percaya tanpa memaksa, lalu pergi tanpa perlu menjelaskan apa-apa.
AKU BUKAN CINTA
Aku bersujud di ruang kepercayaanmu
dengan langkah yang sengaja kupelankan,
menyebut namamu
sebagai doa yang kuucapkan berulang,
meski tak sepenuhnya kupahami
ke mana ia akan bermuara.
Kuhimpun hening di antara napas kita,
kubiarkan sunyi itu mengendap,
lalu kusebut ia cinta
agar terdengar layak dipercaya,
padahal ia hanya ingin tinggal
sebentar saja,
tanpa rencana menjadi ananta.
Ritual lirih kurangkai
dari kata-kata yang telah lama kupelajari,
kugunakan dengan suara rendah dan sabar,
nikmat kupoles secukupnya
agar tampak jujur dan hangat,
meski aku tahu
ia mudah luntur oleh waktu.
Kecupanku berulang
seperti ingatan yang sengaja dilatih,
pelan, konsisten, dan menenangkan,
hingga kau mengira itu pulang,
tempat segala lelah bisa ditanggalkan,
padahal ia hanya jeda
yang kupanjangkan.
Rasa kuteteskan perlahan
agar kau sempat merasakannya tumbuh,
kau menyimpannya sebagai yakin
di sudut hati yang jarang kau buka,
sementara getar yang kau rawat
tak lebih dari bayang
yang kuberi nama romantis.
Kusentuh hasrat yang kau tutup rapat,
bukan dengan paksa,
melainkan dengan pengertian palsu,
kuminum dukamu tanpa suara
seolah aku mengerti segalanya,
hingga kau memanggilku penolong,
sementara aku
belajar menjadi sebab.
Kubiarkan kau bersandar
pada bahu yang tak pernah kukunci,
aku hadir tanpa sungguh menopang,
hingga pelan-pelan lututmu
belajar lelah sendiri,
karena percaya
yang kau rawat sendirian.
Tangismu kupelihara dengan janji
yang kugantungkan pada esok hari,
percaya kautautkan pada waktu
yang terus kuundur,
dan di sela semua itu
aku menyusun kepergian
yang tampak wajar.
Saat semuanya selesai
tanpa benar-benar kita akui,
kata-kata mengering di kulitmu,
menjadi bekas yang tak terlihat,
tak ada yang tertinggal
selain ingatan
yang harus kau simpan sendiri.
Jejakku kuratakan
di tubuh dan maksudmu,
agar tak ada yang bisa kau tunjuk
sebagai bukti yang sah,
selain rasa samar
yang sulit kau jelaskan
kepada siapa pun.
Aku pergi tanpa menoleh,
membawa sunyi yang singkat
namun cukup untukku,
sementara kau tinggal
bersama makna
yang tumbuh terlambat.
Jika suatu hari namaku muncul
di antara doamu yang ragu,
ingatlah pelan-pelan,
tanpa amarah dan tanpa sesal:
aku bukan cinta, aku hanya semu
yang sempat kau percaya.
14 februari 2026
Dan pada akhirnya, yang tersisa bukanlah dia—melainkan rasa yang sempat dipercaya, yang harus kau pahami sendiri tanpa bisa lagi dipertanyakan.
Komentar
Posting Komentar