LITOTES FILANTROPI - Tentang cinta yang tak berlebihan, tapi sungguh.
Tidak semua cinta datang dengan cara yang besar. Ada yang sederhana, apa adanya, dan hanya berharap bisa diterima tanpa harus menjadi sesuatu yang bukan dirinya.
Kadang, yang ditawarkan bukanlah sesuatu yang mewah—hanya rasa yang tulus, dengan harapan bisa dihargai dengan cara yang sama.
--------------------------------------------------------------------------
LITOTES FILANTROPI
Dia bukan pria romantis.
Dia bukan pria yang menyenangkan.
Dia juga bukan pria yang pandai mengungkapkan perasaan.
Tetapi dia adalah pria yang sangat mencintaimu.
Mencintai dengan caranya yang sederhana.
Menempatkan sosokmu pada relung terdalam di hatinya.
Menikmati indahmu, bersama secangkir kopi seolah senja nan jingga.
Hingga teduhnya malam sebagai waktu ternyaman, kemudian pagi yang selalu menjadi penyemangat diri.
Mungkin caranya mencintaimu terkesan biasa saja.
Apalagi jika dibandingkan dengan mereka yang pandai mencipta tawa.
Mungkin adanya bukan yang kau harapkan.
Juga hadirnya bukan yang kau inginkan.
Lantas untuk apa tuhan memberikan apa yang kau butuhkan.?
Tapi bukan itu pertanyaannya.
Pertanyaan yang sesungguhnya adalah pilihan...
Sanggupkah engkau mencintai caranya mencintaimu.
Atau justru sebaliknya...
Kau rela mencintai demi cinta yang kau ingini meski harus berpindah ke beberapa hati.
Serta tangis yang kerap kali mengiringi.
Mencintai memang tidak mudah.
Meski kata dicintai terdengar begitu indah.
Banyak yang bilang bahwa cinta adalah pembodohan.
Akan tetapi jika jiwa tanpa cinta.
Seolah puisi tanpa aksara, hampa, tidak ada.
06 juli 2024
--------------------------------------------------------------------------
Dan pada akhirnya, bukan tentang seberapa besar yang diberikan—tapi apakah yang sederhana itu cukup untuk membuatmu bertahan dan memilih hal yang sama.
Karena yang sederhana pun layak diterima, jika memang datang dari tempat yang benar.
Komentar
Posting Komentar