MAYAWASTU - Tentang yang diyakini, sampai akhirnya terasa tidak lagi sama.
Ada hal-hal yang kita yakini sepenuhnya, tanpa pernah benar-benar mempertanyakan. Sampai suatu saat, semuanya mulai berubah, dan kita sadar tidak semua yang terasa nyata benar-benar bisa dipercaya.
--------------------------------------------------------------------------
MAYAWASTU (ꦩꦪꦮꦱꦸ)
Di ujung senja yang meredup,
aku mendengar bisikan manasa yang tak pernah benar-benar diam.
Cinta itu masih ada—
meski terbungkus oleh kabut cerita yang ditanam orang-orang dengan penuh prasangka.
Kita, dua jiwa yang sama-sama haus,
terperangkap dalam maya yang menipu.
Aku menafsirkanmu sebagai luka,
sementara engkau menafsiriku sebagai pengkhianatan.
Padahal nyata di relung terdalam,
kita berdua hanyalah pecinta yang tersesat,
menjadi tawanan dari suara-suara asing yang tak pernah mengenal isi dada kita.
Ah, betapa panjang jalan yang kita tempuh,
dengan membawa dendam yang sebetulnya tak pernah nyata.
Setiap malam aku berperang dengan chinta,
bertanya kepada semesta:
apakah engkau masih menyimpan rasa
atau hanya aku yang terjebak dalam bayangan lampau?
Waktu terus berjalan,
dan akhirnya sang kala menyingkap selubungnya.
Segala yang kau sangka tentangku adalah dusta,
segala yang kupikir tentangmu adalah kabut, keliru.!
Namun pengetahuan itu datang terlambat,
saat tangan kita sudah menggenggam tangan yang lain,
saat janji kita telah terucap kepada jiwa yang berbeda.
Oh, betapa getirnya visha penyesalan ini.
Prema yang masih menyala
harus dipendam dalam dada yang terikat.
Dan kita hanya mampu bertukar tatapan singkat,
seolah dua bintang di langit malam
yang sinarnya saling mengenal,
tetapi orbitnya tak pernah bisa bersatu.
Maka biarlah begini adanya,
aku menelan pahit bersama sisa rinduku.
Sementara Engkau menutup luka dengan senyum yang dipaksa.
Dan di bawah langit yang menjadi saksi,
kita mengamini doa yang sama—
jika bukan di dunia ini,
mungkin pada putaran samsara,
kita akan diberi kesempatan yang lain.
Namun bila semesta tetap menolak,
aku hanya bisa memohon:
semoga ananda selalu menemukanmu,
meski bukan lewat pelukku,
melainkan pada dunia berikutnya,
yang tak lagi mengenal salah paham,
dan tak lagi merampas cinta dari dua jiwa yang seharusnya satu.
25-Agustus-2025
--------------------------------------------------------------------------
Dan pada akhirnya, yang hilang bukan hanya apa yang kita rasakan—tapi juga keyakinan bahwa semua itu pernah benar-benar ada.
Komentar
Posting Komentar