SELAKSA RASA - Tentang yang tak sempat dijelaskan.

“Kadang ada terlalu banyak hal yang dirasakan dalam satu waktu, sampai sulit untuk dijelaskan satu per satu. Tulisan ini mencoba merangkum sebagian kecil dari itu.”






SELAKSA RASA

Gemericik air mata langit datang
Seiring dengan jingga berpulang keperaduan
Masih terdiam aku dalam cangkang
Menikmati rindu dan sendu bergandengan

Terkatup soca menikmati kepekatan
Mengenapkan riwayat yang telah lampau
Saat seorang hamba berbalut kemalangan
Di angkat olehnya dari jenangau

Tapi semua hanya sebuah jeratan
Hamba di paku nya dalam ribuan ranjau
Svarga yang mulai di rasakan
Nyatanya hanya bualan yang mengacau

Kepada engkau sang selaksa
Restui hamba menoreh aksara rasa pada engkau
Berikrar hati penuh durja
Memohon sedikit sangkala untuk menghapus kacau

Selangkan markah terpaku dalam alibi
Tak terang apakah debu ini yang engkau niscayakan
Ataukah hamba hanya sekedar mintakat diri
Biarlah, biarkan sang Hyang yang menorehkan

15 ᴀᴘʀɪʟ 2023

--------------------------------------------------------------------------
“Mungkin tidak semua rasa bisa dipahami sekaligus, tapi setidaknya pernah dirasakan dan itu sudah cukup.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMI - rumah kecil yang saling menguatkan.

MERABA AKSARA - Awal dari segala rasa

SEMESTA LIRIH - Pada sunyi yang tak bersuara, semesta belajar bernapas perlahan.